http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-land.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-trivia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/youth-ministry.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/eksegetis-study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/free-ebook-old-testament.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/christian-life.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/kristenpedia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/misiologi-great-commission.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/pendidikan-agama-kristen.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/pelayanan-anak.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/sermon.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/toko-buku.html

KETERKAITAN ANTAR KITAB DALAM PERJANJIAN BARU (MATIUS- WAHYU)

                  INTRODUKSI
Dalam Perjanjian Baru yang terdiri 27 kitab mengarah pada satu pemberitaan mengenai Pribadi yang Esa dimana Allah telah menyatakan diriNya melalui proses inkarnasiNya yakni dalam rupa Yesus Kristus. Ia adalah pusat dalam pemberitaan seluruh kitab dimana didalam Dia, manusia menaruh pengharapan akan keselamatan dan keselamatan yang sempurna hanyalah didalam Yesus Kristus sendiri.
INJIL
Peletakan keempat Injil sinoptik pada awal kitab Perjanjian Baru tersebut ialah untuk memberikan garis besar mengenai riwayat kehidupan Kristus yang telah datang kedalam dunia dalam rupa manusia. Setiap penulis Injil sinoptik memperkenalkan pribadi Yesus Kristus berdasarkan sudut pandang yang berbeda- beda tetapi tetap berada dalam satu kesatuan yang utuh.
Dalam hal tersebut Injil Matius memperkenalkan Yesus sebagai Raja, dimana awal penulisan Injil Matius menempatkan riwayat silsilah Yesus dari keturunan raja (Daud). Hal tersebut membuktikan bahwa Dialah Raja yang dinanti- nantikan seperti yang telah dinubuatkan dalam kitab suci. Demikian juga Markus menuliskan kedatanganNya kedalam dunia tidak terlepas dari pengutusan Bapa (Allah) kepada Yesus, dimana Ia sebagai Hamba datang untuk melayani manusia dalam menjalankan perintah BapaNya. KehambaanNya menekankan kemanusiaan Yesus, dimana Injil Lukas menguraikan secara mendasar mengenai Pribadi Yesus bahwa Ia adalah manusia sejati yang dilahirkan melalui perawan suci Maria serta melewati proses pertumbuhan sama seperti manusia.  Pribadi Yesus yang dinyatakan Yohanes bahwa Ia adalah Firman yang menjadi manusia dan diam diantara manusia menjelaskan Dia adalah Anak Allah yang hidup.
SEJARAH
Dari keempat Injil tersebut sama- sama menjelaskan bagaimana Yesus yang mengalami penderitaan, kematian dan sampai pada kebangkitanNya diantara orang mati. Tidak hanya berhenti pada kebangkitanNya, kitab Kisah Para Rasul menguraikan kisah lanjutan akan karya penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus kepada umat manusia melalui kuasa Roh Kudus yang Ia janjikan sebelum kenaikanNya kesurga kepada para murid (12 rasul) yang akan diutusNya dalam tugas pemberitaan Injil. Tugas pemberitaan Injil yang dilakukan para rasul mengarah pada keselamatan dalam pribadi Yesus Kristus. Dalam hal tersebut, rasul Paulus lebih banyak menuliskan surat- suratnya keberbagai wilayah untuk menyatakan Injil Kebenaran yang sejati.
SURAT-SURAT PAULUS
Dalam surat Roma menjelaskan inti pemberitaan Injil yang disampaikan oleh rasul Paulus bahwa “Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan semua manusia” dan keselamatan ini disebabkan oleh pembenaran didalam Allah” dan dalam pembenaran itu harus nyata dalam kehidupan manusia untuk tidak hidup dalam daging (budak dosa) melainkan hidup dalam roh. Selanjutnya, Paulus menguraikan mengenai hubungannya dengan jemaat di Korintus dimana ia menguji ketaatan jemaat untuk tetap tunduk pada kebenaran Injil dan menyatakan rasa sukacitanya bahwa telah menghasilkan pertobatan untuk hidup menurut kehendak Allah.
Pernyataan mengenai keberadaan manusia yang hanya dapat dibenarkan karena Allah sendiri juga dinyatakan dalam surat Paulus kepada jemaat di Galatia bahwa semua manusia tidak dapat membenarkan diri dengan melakukan hukum taurat, melainkan manusia dapat dibenarkan melalui iman kepada Allah. Melalui jaminan kebenaran yang didalamnya manusia beroleh selamat, surat Efesus menyatakan bahwa  jaminan keselamatan yang diperoleh bukan hasil usaha manusia semata melainkan pemberian Allah secara cuma-cuma melalui iman kepadanya sehingga perlunya sikap hidup  yang dipimpin oleh roh dan bukan  hidup menurut daging. Filipi berbicara tentang bagaimana tata cara bersikap seorang yang sudah diselamatkan. Ada pembaharuan attitude di dalam Kristus. Sedangkan surat Kolose berbicara tentang kesempurnaan orang-orang pilihan.
Surat- surat yang ditulis Paulus yakni surat I- II Tesalonika, I-II Timotius, Titus, Filemon ditujukan baik secara perorangan maupun kepada jemaat dengan memberitakan bahwa Yesus sebagai pusat Kebenaran sejati dan keselamatan yang hanya dari padaNya menjadi dasar pemberitaan Injilnya. Surat- surat yang ditulis tersebut mengandung berbagai nasihat untuk tetap teguh dalam pemberitaan Injil, peringatan terhadap bahwa pengajaran sesat, nasihat- nasihat yang menyangkut hubungan sesama sampai pada penyampaian salam- salam kepada saudara- saudara seiman serta.
SURAT-SURAT UMUM
Antara surat- surat Paulus, surat Ibrani ini semakin memperjelas pribadi Kristus yang merupakan dasar pengharapan untuk memperoleh keselamatan bagi orang- orang percaya (beriman) kepadaNya, dimana Kristus sebagai Imam Besar telah mengurbankan diriNya sendiri secara sempurna demi keselamatan orang percaya. Untuk mencapai pengharapan atau untuk meyakinkan orang percaya terhadap pengharapan akan keselamatan dari Allah maka surat Ibrani menjelaskan contoh- contoh orang yang beriman dan pengertian iman tersebut.
Terkait dengan surat Yakobus, Yakobus semakin memperjelas bahwa iman  yang sesungguhnya adalah iman yang dibuktikan dengan perbuatan/ tindakan iman. Didalam menantikan nyatanya pengharapan tersebut, surat I,II Petrus menjelaskan bahwa adanya penderitaan/ permasalahan yang harus dialami oleh orang- orang percaya ialah untuk membuktian ketekunan iman mereka.
Demikian juga dalam surat I,II,III Yohanes menyatakan bahwa pada masa- masa penantian akan nyatanya pengharapan tersebut akan muncul antikristus untuk mengguncang iman orang- orang percaya sehingga Yohanes menyatakan bahwa sangat pentingnya untuk tetap teguh berdiri dalam pengharapan iman kepada Kristus. Bahaya akan munculnya guru- guru palsu dan para pengejek yang menyelusup ditengah- tengah kembali diingatkan Yudas kepada orang- orang percaya kepada Kristus supaya tetap bersikap waspada menjelang hari kedatanganNya.
APOKALIPTIK
Hari kedatanganNya yang diuraikan dalam kitab Wahyu dimana Yohanes beroleh berbagai penglihatan akan segala sesuatu peristiwa yang kelak akan terjadi semakin menegaskan bahwa Yesus, Sang Anak Domba Allah akan segera menyatakan diriNya kepada manusia dan pengharapan orang- orang percaya yang telah beroleh keselamatan akan masuk dan berada bersama dengan Dia dalam kekekalan sampai selama- lamanya.(@sth2014)

Popular Posts

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *