http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-land.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-trivia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/youth-ministry.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/eksegetis-study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/free-ebook-old-testament.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/christian-life.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/kristenpedia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/misiologi-great-commission.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/pendidikan-agama-kristen.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/pelayanan-anak.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/sermon.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/toko-buku.html

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KEKRISTENAN DI THAILAND



1.      Sejarah Kristen di Thailand
            Kekristenan mulai dikenalkan di Thailand oleh misionaris dari Eropa pada abad ke-16 dan ke-17. Disusul oleh Kristen Protestan, bahkan beberapa sekte juga berkembang di sana, seperti Advent. Umat Kristen Thailand pada umumnya adalah imigran dari Cina. Sedangkan warga pribumi “siam” hanya sedikit yang berpindah agama dari Budha ke Kristen. Justru yang terjadi adalah seorang siam beragama Kristen tapi tetap menyembah Sang Budha.
            Pada tahun 1867. Orang Presbyterian menjangkau daerah utara dan memulai penginjilan di Chiangmai, disana pekerjaan yang mendalam dari Roh Kudus melahirkan gereja-gereja di propinsi Chiangmai yang saat ini menjadi inti dari pekerjaan misi Presbyterian di Thailand. Di daerah itu ada pusat rehabilitas lepra yang besar, sebuah seminari teologi sebuah sekolah pelatihan juru rawat, sekolah dasar hingga tingkat lanjutan, dan sebuah rumah sakit. Semua memiliki nuansa Presbyterian. Pekerjaan misi Presbyterian telah lahirnya Church of Christ di Thailand. Kelompok misi yang lebih kecil memasukkan kelompok mereka dalam denominasi ini dan persentase mereka sekarang mencakup 60% dari seluruh orang Protestan. Pekerjaan misi Presbyterian terutama memiliki visi ke depan, dengan mempengaruhi pemerintah sedemikian rupa untuk menginjinkan pemberitaan Injil. Mereka giat melakukan penginjilan dan memperkenalkan system pengobatan modern di Thailand.
2.      Perkembangan Kemudian
            Pada awal abad ke-20 metode Nevius, yaitu pendirian gereja mandiri dari segi dana dan kepemimpinan, menjadi tujuan utama misi Potestan di Thailand walaupun pengaruh misionaris masih kuat, di semua denominasi kepemimpinan asli Thai berkembang. Gerakan oikumene juga berkembang. Dewan Kristen Nasional didirikan pada tahun 1930. Pada tahun 1934 Gereja Presbiterian bergabung dengan Gereja Baptis mendirikan United Church of Christ in Siam [Thailand]  (Gereja Kristus Thailand). Gereja tersebut kemudian diperluas dengan masuknya Disciple of Christ (Amerika), gereja Lutheran (Jerman), gereja Presbiliterian Korea dan beberapa badan lain. Pada mulanya administrasi dan keungan dipegang oleh pekabar Injil dari luar Negeri. Namun, diberikan bea siswa kepada para pemimpin Thai untuk melanjutkan studi ke luar negeri, supaya kepemimpinan sli berkembang. Pada tahun 1949 di Chiangmai didirikan Sekolah Tinggi Teologi Thailand, yang kemudian ditingkatkan menjadi Fakultas Teologi McGilvary di Universitas Payap. Pada tahun 1957 Misi Prebiliterian Amerika dibubarkan, sehingga pemimpin Chrch of Christ in Thailand (Gereja Kristus Thailnd) diserahkan ke tangan orang Kristen Thai. Kekurangan tenaga merupakan masalah bagi GKT. Pada tahun 1990 dilaporkan 60-70% jemaat dilayani oleh penginjil awam.
            Pada tahun 1948 GKT menjadi anggota Dewan Gereja-gereja se-Dunia. Wakil-wakil Thailand berperan di sidang raya DGD. Sidang pertama East Asia Christian Conferrence diadakan di Bangkok pada tahun 1949. Sejak tahun 1960 hingga 1973 kantor pusat EACC terletak di Bangkok, karena sekretaris umumnya tinggal di Bangko. Sidang EACC di adakan di Bangkok pada tahun 1964 dan 1968. Tujuan EACC adalah memudahkan kerjasama antar gereja dengan Negara. (@lbt)

Popular Posts

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *