http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-land.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-trivia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/youth-ministry.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/eksegetis-study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/free-ebook-old-testament.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/christian-life.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/kristenpedia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/misiologi-great-commission.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/pendidikan-agama-kristen.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/pelayanan-anak.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/sermon.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/toko-buku.html

PRIBADI ROH KUDUS



Pada zaman akhir ini, dalam teologi Kristen (baik yang bersifat sistematis maupun praktikal) muncul berbagai ajaran-ajaran yang menyimpang dari standart kebenaran Firman. Tentu saja pemahaman yang salah akan mempengaruhi iman dan tindakan iman seseorang tersebut. Salah satu doktrin yang menjadi pertanyaan dan keraguan beberapa orang Kristen adalah masalah Tritunggal dan Ketuhanan dari Roh Kudus. Dalam Alkitab memang tidak ada kata Tritunggal, tetapi bagaimana kita bisa mengetahui ketritunggalan Allah itu?  Apakah Roh Kudus itu adalah Pribadi atau Kuasa? Berikut ini adalah pemahaman Alkitab mengenai Pribadi Roh Kudus.

Alasan yang meyakinkan bahwa Roh Kudus adalah Pribadi:

a. Roh Kudus dipandang dari segi perantara/alat artinya Roh Kudus adalah   
 alat/perantara dari karya/pekerjaan Allah.
            Jika dibaca sekilas bagian-bagian dari tulisan Paulus yang menyebut tentang Roh Kudus, akan terbukti betapa seringnya alat/perantara itu mengekspresikan pribadi. Misalnya, pertobatan orang-orang Tesalonika adalah hasil dari pekerjaan Roh yang menguduskan (2 Tesalonika 2:13; bnd. 1 Korintus 6:11; Roma 15:16), demikian juga sukacita mereka (1 Tesalonika 1:6; bnd. Roma 15:13). Pengertian yang didapat, ialah bahwa ada persamaan antara apa yang dikatakan Paulus mengenai Roh Kudus sebagai alat/perantara dengan apa yang dia katakan mengenai Kristus di banyak tempat, yang hanya mungkin dilakukan oleh pribadi. Berdasarkan pengertian ini, kedudukan Roh Kudus sebagai alat nyaris tidak kurang berpribadi daripada Kristus.[1]

b. Roh Kudus sebagai pribadi ditegaskan oleh fakta bahwa Roh Kudus menjadi pokok kalimat (subyek) dari sejumlah besar kata kerja yang mengharuskan seorang alat/perantara yang berpribadi, di mana Roh menyelidiki segala sesuatu    (1 Korintus 2:10), tahu/mengetahui pikiran Allah (1 Korintus 2:11), mengajarkan isi Injil kepada orang-orang percaya (1 Korintus 2:13), diam di antara atau di dalam orang-orang percaya (1 Korintus 3:16; Roma 8:11; 2 Timotius 1:14), mengerjakan semua hal (1 Korintus 12:11), menghidupkan mereka yang percaya (2 Korintus 3:6, berseru dari dalam hati kita (Galatia 4:6), memimpin kita menurut jalan Allah (Galatia 5:18; Roma 8:14), bersaksi dengan roh kita (Roma 8:16), memiliki keinginan yang berlawanan dengan keinginan daging (Galatia 5:17). Beberapa dari perikop/ayat ini tampaknya sangat kuat menampakkan Roh Kudus sebagai pribadi, seperti misalnya Roma 8:16. Roh yang menjadikan kita anak-anak Allah (Roma 8:15) terbukti sebagai pribadi yang mendorong kita berseru “ya Abba, ya Bapa!”. Baik persamaan maupun fakta bahwa pekerjaan-pekerjaan Allah Anak dan Roh Kudus (penebusan dan berseru dari dalam hati orang percaya) merupakan aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh pribadi, maka disimpulkan bahwa Roh Kudus adalah pribadi.[2]

Roh Kudus adalah Ilahi
            Sebutan Roh Allah membuktikan relasi-Nya dengan Bapa dan Putra dan juga meneguhkan ke-IlahianNya (1Kor.2:11) dengan jelas memperlihatkan bahwa sebagaimana manusia dan rohnya adalah satu dan merupakan keberadaan yang sama, demikian pula Allah dan RohNya adalah Esa.
            Roh Kudus adalah pribadi yang Ilahi berarti Roh Kudus adalah Allah. Stanley M.Horton menuliskan “ Oknum Roh Kudus” dikatakan bahwa pada zaman ini, Roh Kudus adalah satu-satunya oknum yang dapat menyampaikan kehidupan, kuasa dan pribadi Kristus kepada  kita entah Ia disebut Roh Allah atau Roh Kristus, Roh Damai Sejahtera, Kebenaran, Kuasa, kasih karunia atau kemuliaan, Ia selalu Roh Kudus yang sama yang menjadikan Yesus nyata dan meneruskan pekerjaanNya. Dia sendiri dinyatakan sebagai Ilahi oleh segala sesuatu yang dikerjakan, khususnya oleh kenyataan bahwa Ia mengetahui hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah (1Kor.2:10; 11) dan doa untuk kita menurut kehendak Bapa (Rm.8:27), Roh Kudus yang disebut Ilahi dapat dibuktikan dari segala sesuatu yang dikerjakanNya, apa yang dikerjakan Allah dikerjakan oleh Roh Kudus juga[3].
Alasan yang menyatakan bahwa Roh Kudus itu adalah Allah, yaitu (diambil dari The  Moody Handbook of Theology, Paul Enns, SAAT, Malang 2010 hal.306-310):
a.      Atribut Ilahi Roh Kudus
·         Hidup ( Rm.8:2) merupakan suatu atribut Ilahi.
·         Mahatahu ( 1Kor.2:10-12) seseorang selain manusia Kristus harus tahu tentang Allah.
·         Mahakuasa ( Ayb.33:4) kemahakuasaan Roh Kudus dilihat dalam penciptaan.
·         Mahahadir ( Maz.139:7-10 ; Yoh.14:7)  Roh akan tinggal didalam diri mereka semua dan Roh Kudus ada dimana-mana ( naik keatas langit ada, turun ke dalam dunia, Roh Kudus ada disana juga).
·         Kekal ( Ibrani 9:14) melalui Roh kekal Kristus menyerahkan diriNya sendiri tanpa cela pada Allah.
·          Kekudusan (Mat.12:32) Roh Kudus sama sekali tidak dikhususkan dan dipisahkan dari dosa dan orang berdosa.
·         Kasih ( Gal.5:22) Roh Kudus adalah kasih dan menghasilkan kasih dalam Anak Allah.
·         Kebenaran ( Yoh.14:17 ; 15:26) sebagaimana Kristus adalah kebenaran.
b.      Karya Roh Kudus Menyatakan Ke-Ilahiannya ;
Ø  Pencipta ( Kej.1:2)
Ø  Kelahiran Kristus ( Mat.1:20)
Ø  Inspirasi Kitab Suci ( 2Petrus 1:21)
Ø  Regenerasi ( Titus 3:5)
Ø  Pengudusan ( 2 Tes.2:13)
Ø  Penolong orang-orang kudus ( Yoh.14:16)

Pembuktian bahwa Roh Kudus adalah ALLAH

1.      Dalam Kis.5:3-4
Ia disebut sebagai Allah. Dimana Rasul Petrus mengatakan bahwa Ananias sedang mendustai Roh Kudus, saat ia mencoba mengurangi hasil dari penjualan tanah yang ia lakukan, dan disaat yang sama juga Petrus mengatakan bahwa Ananias sedang mendustai Allah.
Dalam ayat ini, terjadi hubungan yang erat antara sebutan Roh Kudus yang disamakan dengan Allah.
2.      Ia memiliki sifat-sifat yang hanya dimiliki oleh Allah.
A.    Mahatahu ( 1 Kor.2:10)
Dimana Roh itu mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi dalam setiap hati manusia, juga Ia mengetahui apa yang menjadi isi hatinya Allah. Sama dengan Allah yang memiliki sifat ini, dimana tak ada yang tersembunyi dihadapan Allah dengan kata lain, tidak ada yang Allah tidak ketahui, sama denga Roh Kudus yang mengatahui segala sesuatu.
B.     Mahahadir ( 1 Kor.6:19)
C.     Melahirkan kembali orang-orang (Yoh.3:5-6,8(theologi dasar 1./Dr.Charles C.Ryrie/.andi./2008./bandung./hal.77-78)
D.    Ia Kekal sama seperti Allah yang kekal (Ibrani 19:4)
E.     Berdiam didalam kita selamanya (Yoh.14:16-17)



[1]Paulus, Roh Kudus dan Umat Allah, Gordon D. Fee, Malang, Gandum Mas, 2004, 47-48.
[2]Paulus, Roh Kudus dan Umat Allah, Gordon D. Fee, Malang, Gandum Mas, 2004, 48-50.
                [3] Horton, Stanley M. Oknum Roh Kudus. Gandum Mas. Malang 2001. hal.245


Popular Posts

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *