http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-land.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-trivia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/youth-ministry.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/eksegetis-study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/free-ebook-old-testament.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/christian-life.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/kristenpedia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/misiologi-great-commission.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/pendidikan-agama-kristen.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/pelayanan-anak.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/sermon.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/toko-buku.html

ALASAN PERLUNYA PELAYANAN ANAK SEKOLAH MINGGU

http://www.pustakakristen.com/2017/01/alasan-perlunya-pelayanan-anak-sekolah.html
PENDAHULUAN

Matius menuliskan tentang bagaimana sikap Tuhan Yesus terhadap anak-anak di dalam Matius 18:2-5. Bacaan ini memperlihatkan kepada kita tentang sikap Tuhan Yesus terhadap anak-anak.
 
Pertama, ketika ia memanggil dan menempatkan anak kecil di tengah-tengah murid-muridNya. Artinya, pada saat itu anak kecil tsb. menjadi pusat perhatian para murid. Dengan kata lain, menjadi pribadi yang harus diperhatikan para murid. Demikian halnya dengan anak-anak di dalam kehidupan kita pada masa kini, harus ditempatkan pada pusat perhatian kita. Hal ini berarti, kita harus menjadi pribadi yang senantiasa memperhatikan kehidupan anak-anak.
 
Kedua, pernyataan Tuhan Yesus yang mengatakan: barangsiapa menyambut anak kecil berarti ia menyambut Aku, mengajarkan kita agar kita senantiasa menyambut anak-anak yang berada di tengah-tengah kita. Kata menyambut di dalam bahasa Yunani memiliki pemahaman, to take with the hand, to take hold, yang dapat diartikan dengan memeluk,  menyambut dengan hangat.
 
Ketiga, pernyataan Tuhan Yesus yang menyatakan, Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepadaku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam latu, mengajarkan agar kita tidak menyesatkan anak-anak. Sebaliknya hendaknya kita membawa anak-anak ke jalan yang benar.
Berpijak pada pemaparan di atas, maka kita akan melihat tentang dasar pelayanan kepada anak sehingga kita memahami dengan benar bagaimana seharusnya kita melayani anak-anak dan mengerti bahwa pelayanan kepada anak-anak memiliki dampak yang sangat besar.

MENGAPA MENGAJAR ANAK?
Pernahkah Saudara bertanya kepada diri Saudara, “Mengapa aku mengajar (melayani) anak-anak?” Mungkin Saudara akan menjawab: Yah, karena tidak ada tempat pelayanan lain yang sesuai denganku; Diminta oleh bapak gembala; Ngak ada yang mengajar, dll.
Mungkin itu adalah segelintir alasan yang diberikan Saudara sehingga saat ini Saudara terlibat dalam pelayanan anak-anak. Namun, dalam Yohanes 15:16 dituliskan: Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Hal ini berarti, lewat cara apapun sehingga Saudara menjadi guru sekolah minggu (pelayan anak), INI BUKAN KEBETULAN KARENA TUHAN SENDIRI YANG TELAH MEMILIH SAUDARA! Jadi alasan pertama mengapa Saudara melayani (mengajar) anak adalah karena Tuhan yang telah memilih Saudara.
 
Alasan kedua mengapa Saudara melayani anak-anak adalah KEHENDAK TUHAN. Di dalam Ulangan 6:7 dinyatakan bahwa orang Israel pada waktu itu dan Saudara pada saat ini untuk MENGAJAR anak-anak tentang mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan. Demikian halnya di dalam Amsal 22:6 ditegaskan untuk MENDIDIK anak-anak.
 
Ketiga, anak-anak juga membutuhkan juruselamat. Raja Daud menulis di dalam Mazmur 51:7, sesungguhnya dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. Kejadian 8:21 menyatakan, yang ditimbulkan hati manusia adalah jahat dari sejak kecil. Jelaslah bahwa anak-anak juga merupakan orang berdosa. Paulus berkata upah dosa ialah maut (Roma 3:23). Artinya, anak-anak ini akan berada dalam hukuman kekal karena mereka berdosa. Dengan demikian, anak-anak membutuhkan juruselamat sehingga mereka mendapatkan kehidupan kekal.
 
Keempat, mengajar anak membawa dampak yang besar. Firman Tuhan yang ditaburkan di dalam kehidupan anak-anak tidak akan pernah sia-sia tetapi membawa dampak bagi kehidupan mereka. Hal senada dinyatakan di dalam Amsal 22:6, jika anak-anak dididik oleh orangtuanya maka jalan hidupnya tidak akan menyimpang dari kebenaran. Alkitab memberikan banyak contoh seperti: Daniel, Ester. Mereka dapat menjadi berkat bagi bangsanya karena semenjak kecil mereka telah mendapatkan pengajaran Firman Tuhan dari orangtua mereka.

INTI PENGAJARAN
Satu-satunya sumber pengajaran kepada anak-anak adalah ALKITAB. Dan inti pengajaran kepada anak-anak adalah INJIL, yaitu: KABAR BAIK. Sebagai kabar baik, Injil merupakan kabar baik bagi orang berdosa yang akan mengubah kehidupannya untuk melakukan pekerjaan baik yang telah disiapkan oleh Allah. (Roma 1:16-17; Yohanes 3:16; Efesus 2:10). Hal ini dimulai dari kelahiran baru seorang berdosa di dalam Kristus, yang dapat terjadi hanya ketika seseorang menerima Kristus di dalam hidupnya sebagai Juruselamat pribadi. Setelah mengalami perjumpaan dengan Kristus, maka sebagai anak-anak Allah, seorang yang telah lahir baru akan mengalami proses sehingga hidupnya benar-benar memancarkan Kristus yang dapat dilihat dengan adanya 9 buah Roh Kudus di dalam kehidupannya (Galatia 5:22-23).



Popular Posts

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *