http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-land.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-trivia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/youth-ministry.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/eksegetis-study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/free-ebook-old-testament.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/christian-life.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/kristenpedia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/misiologi-great-commission.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/pendidikan-agama-kristen.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/pelayanan-anak.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/sermon.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/toko-buku.html

KUALIFIKASI GURU SEKOLAH MINGGU

http://www.pustakakristen.com/2017/01/kualifikasi-guru-sekolah-minggu.html

Sebagai seorang yang mengajarkan kebenaran yang bersumber dari ALKITAB, maka seorang guru seharusnya memiliki 3 kriteria, yaitu: 
  1. Mengenal ALKITAB.
    Mengenal Alkitab bukan hanya memiliki pengetahuan yang mendalam tentang ALKITAB tetapi juga mempraktekkannya di dalam kehidupan sehari-hari sehingga seorang guru benar-benar menjadi SURAT KRISTUS YANG TERBUKA bagi anak-anak yang dilayaninya.
  2. Mengenal anak-anak yang dilayani.
    Mengenal anak-anak yang dilayani, tentunya bukan hanya mengetahui nama anak tetapi juga pribadi anak yang meliputi: kehidupan keluargan, kebiasaan, perkembangan fisik, emosi, sosial, mental dan rohani. Hal ini dapat diketahui oleh guru melalui membaca buku, internet, mengikuti pelatihan dan workshop guru sekolah minggu, maupun kunjungan ke rumah anak-anak.
  3. Mengetahui cara mengajar.
    Sebagai seorang pengajar, seorang guru memiliki tanggung jawab agar anak-anak yang dilayani dapat memperoleh pelajaran yang seimbang. Hal ini berarti seorang guru harus memperhatikan Alkitab secara keseluruhan bukan hanya cerita-cerita yang disenangi oleh guru. Oleh karena itu, seorang guru harus bisa memilih bahan pengajaran dengan seksama. Bukan hanya itu, seorang guru juga harus memahami berbagai variasi dalam mengajar, membuat alat peraga dan aktivitas untuk anak-anaknya.   
Selain itu, seorang guru harus memperhatikan motivasi pelayanannya. Pertama, seorang guru tidak boleh meremehkan anak-anak yang dilayani (Markus 10:14). Tidak punya waktu mempersiapkan pelayanan; menganggap anak terlalu kecil untuk diajar, terlalu nakal merupakan contoh sikap yang meremehkan anak-anak. Kedua, seorang guru harus melayani anak-anak dengan kasih Kristus (1 Petrus 5:2-3)


Popular Posts

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *