http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-land.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-trivia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/youth-ministry.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/eksegetis-study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/free-ebook-old-testament.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/christian-life.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/kristenpedia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/misiologi-great-commission.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/pendidikan-agama-kristen.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/pelayanan-anak.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/sermon.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/toko-buku.html

APAKAH AKU DICOBAI ATAU DI UJI?



Ada dua istilah Yunani yang yang muncul dalam Perjanjian Baru yang sering dipertukarkan pada terjemahan bahasa Indonesianya. Kata tersebut adalah pencobaaan dan ujian. Memiliki pengertian yang mirip, serta memberikan kenyataan yang sakit dalam hidup seseorang. Jadi apakah manka dan perbedaan kedua kata ini?

Dokimazō, dokimion, dokimasia (Ujian atau Pencobaan)
Istilah ini memiliki makna untuk menguji keaslian sesuatu atau (pengambaran dari seseorang) oleh api. Api ini akan menghasilkan menyatakan logam yang murni dengan membakar habis (memurnikan dari) kotoran-kotorannya. Proses alamiah ini menjadi suatu ungkapan yang kuat bagi Allah atau manusia yang menguji orang lain. Istilah ini digunakan hanya dalam pengertian positif.

Kata ini digunakan dalam PB untuk menguji:
1. Diri kita sendiri, I Kor 11:28
2. Iman kita, Yak 1:3
3. Bahkan Allah, Ibr 3:9
Hasil dari pengujian ini akan bernilai positif (Roma 1:28; 14:22; 16:10; 2Kor 10:18; 13:3; Filipi 2:27; I Pet 1:7). Seseorang yang telah diuji dan terbukti, akan : bernilai tinggi, baik, asli, berharga, serta terhormat. Inilah alasannya mengapa Yakobus 1:2 mengataka, adalah suatu kebahagiaan apabila kita mengalami berbagai pencobaan (dokimion), karena hasilnya pasti akan baik.

Peirazō, peirasmos (Ujian atau Pencobaan)

Istilah ini memiliki konotasi ujian untuk maksud mencari kesalahan atau penolakan. Ini sering digunakan dalam kaitan dengan pencobaan Yesus di padang gurun. Jadi motivasi awal untuk menguji itu adalah untuk menjatuhkan.

Beberapa contoh penggunaannya dalam Perjanjian Baru:
  1. Kata ini memiliki pengertian untuk menjebak Yesus (lih. Mat. 4:1; 16:1; 19:3; 22:18,35; Mar 1:13; Luk 4:2; 10:25; Ibr 2:18).
  2. Istilah ini (peirazō) digunakan sebagai gelar dari Setan dalam Mat 4:3; I Tes 3:5.
  3. Kata ini (dalam bentuk majemuk, ekpeirazō) digunakan oleh Yesus untuk tidak mencobai Allah. (lih. Mat 4:7; Luk 4:12; juga lihat 1Kor 10:9)
  4. Kata ini digunakan dalam hubungan dengan godaan dan pencobaan bagi orang-orang percaya (1Kor 7:5; 10:9,13; Gal 6:1; I Tes 3:5; Ibr 2:18; Yak 1:2,13,14; I Pet 4:12; II Pet 2:9)
Jika itu berasal dari Iblis atau terkadang dari manusia, maka pencobaan itu adalah dalam pengertian dan tujuan Peirasmos. Maka pada saat kita mengalaminya bersandarlah senantiasa kepada Tuhan, supaya kita berkemenangan. Jadi apa yang Anda alami sekarang ini?


0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *