http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-land.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-trivia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/youth-ministry.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/eksegetis-study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/free-ebook-old-testament.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/christian-life.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/kristenpedia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/misiologi-great-commission.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/pendidikan-agama-kristen.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/pelayanan-anak.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/sermon.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/toko-buku.html

BAGAIMANA PERAN ALLAH DALAM PENULISAN ALKITAB



Pernahkah terbesit dalam pikiran kita, bagaimana Alkitab yang kita baca dalam bahasa kita masing-masing sampai kepada kita? Dari perkataan Allah sampai kepada para penulis dan diteruskan kepada para pembaca Alkitab. Dan bagaimana kita menjamin apa yang disampaikan Allah sama dengan yang ditulis dan kita baca sekarang dalam Alkitab? Tentu tulisan singkat ini tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan lengkap. Namun bisa menjadi dasar bagi jawaban yang lebih luas nantinya.


Ada dua ayat yang penting sehubungan dengan masalah Inspirasi Allah terhadap penulisan Alkitab, yaitu 2 Timotius 3:16  Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dan 2 Petrus 1:20-21, “Yang terutama harus kamu ketahui ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.”

PEMBAHASAN 2 TIMOTIUS 3:16
Segala tulisan (Lingkup pengilhaman)
Kata Yunani untuk “tulisan” adalah graphe (γραφὴ) yang berarti tulisan, Alkitab, nas Alkitab. Kata ini secara teknik menunjuk kepada seluruh tulisan dalam PL dan PB. Kata ini dipakai sebanyak 50 kali dalam PB dan selalu menunjuk kepada bagian-bagian kitab suci (Luk 24:45; 2 Petrus 3:16).  Memang pada waktu ayat ini di tulis beberapa bagian kitab dalam Perjanjian belum di tulis, contohnya 2 Petrus, Ibrani, Yudas dan tulisan Yohanes. Namun bukan berarti kitab-kitab tersebut diluar “tulisan” karena pada akhirnya kitab-kitab itu di akui sebagai bagian dari kanon. Jadi dapat simpulkan bahwa 66 kitab itu adalah tulisan yang diilhamkan dan diluar kitab-kitab itu tidak berasal dari inspirasi.

Diilhamkan (Cara Penulisan)
Theopneustos (θεοκνευστος) dapat diterjemahkan “Allah menafaskan atau menghembuskan sesuatu ke dalam”. Dengan kata lain Alkitab berasal dari tindakan Allah yang mengeluarkan, meniupkannya atau menghembusi penulis. Tentu Allah memakai manusia untuk menuliskan Alkitab, dengan kesadaran penuh manusia (penulis). Dan dengan segala potensinya penulis dibimbing Allah untuk menuliskannya. Karena pengilhaman itu berasal dari Allah maka Alkitab dalam teks aslinya (autograph) bebas dari kesalahan.

Bermanfaat untuk (tujuan pengilhaman)
Karena Alkitab dari Allah maka banyak hal yang bisa kita simpulkan Alkitab tidak bisa salah sehingga dia berotoritas untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 
PEMBAHASAN 2 PETRUS 1:20-21
Nubuat tidak pernah dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus…..Dalam ayat ini di tegaskan bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci disampaikan dalam pengawasan Roh Kudus sekaligus menyangkal bahwa nubuat berasal dari inisiatif manusia. Bentuk Yunani untuk “dorongan” adalah φερόμενος (pheromenos) yang artinya: didorong, digerakkan oleh, hanyut bersama. Sehingga “dorongan Roh Kudus” dapat kita mengerti bahwa Roh Kudus adalah kekuatan yang memimpin, mengarahkan para penulis tetapi mereka juga memainkan peranan sendiri secara aktif dalam menuliskan Alkitab. 

PERAN ALLAH DALAM PENULISAN ALKITAB DAN JAMINAN ’KUALITAS” ALKITAB
Allah memberikan inspirasi kepada para penulis Alkitab, dan dalam kuasa Roh Kudus mereka menulisan Alkitab sesuai dengan apa yang Allah sampaikan. Ketika kita berbicara menyangkut pekerjaan Roh Kudus dalam penulisan Alkitab, maka kita akan tahu bahwa Alkitab bersifaf:
  • Infallible Alkitab memiliki otoritas penuh, mutlak, dan mencakup seluruhnya.
  • Innerant artinya Alkitab bebas dari kesalahan. Bebas dari kemungkinan untuk salah.
  • Verbal setiap kata dalam Alkitab di nafaskan dan di dorong oleh Roh Kudus
  • Konfluen (kesesuaian) semua kitab-kitab yang ditulis (walau zaman dn latar belakang yang berbeda) semua berkesinambungan karena penulisannya di tuntun oleh Roh Kudus. 
Dengan memahami karya Allah yang luar biasa dalam penulisan Alkitab, yang menghasilkan Alkitab yang tanpa salah, sepenuhnya berotoritas bagi kehidupan kita dan bermanfaat menuntun kita kembali kepada Allah, MASIHKAN KITA MALAS MEMBACA ALKITAB?

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *