http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-land.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-trivia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/youth-ministry.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/eksegetis-study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/free-ebook-old-testament.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/christian-life.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/kristenpedia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/misiologi-great-commission.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/pendidikan-agama-kristen.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/pelayanan-anak.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/sermon.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/toko-buku.html

BATU PENJURU VS BATU SANDUNGAN: Manakah yang kupilih?



BATU PENJURU

Istilah Batu Penjuru mungkin sudah sering kita dengar, dan yang pastinya Batu Sandungan lebih sering lagi muncul dalam komunikasi kita. Istilah-istilah ini memang muncul dalam Alkitab untuk menjelaskan beberapa hal penting bagi kerohanian kita. Konsep sebuah batu sebagai benda yang keras dan tahan lama dan memberi pengaruh bagi kehidupan manusia, merupakan bentuk figurati yang tepat untuk pemahaman kita tentang pribadi Allah dan pribadi Manusia.
Batu Penjuru
Merupakan sebuah batu fondasi, yang ditempatkan pertama kali, diletakkan untuk dijadikan patokan pengukur sudut bagi keseluruhan bangunan tersebut, disebut "batu penjuru." Batu penjuru ini dapat juga menunjuk pada batu terakhir yang diletakkan, yang mengikat dan menyatukan tembok tembok (lih. Zak 4:7; Ef 2:20,21), disebut "batu utama" dari bahasa Ibrani rush (yaitu, kepala). Atau dalam makna sebagai "batu pengunci", yang terletak di tengah-tengah lengkungan lubang pintu gerbang dan menahan berat seluruh tembok di atasnya.

Maknanya Bagi Iman Kita
Tuhan Yesus mengutip Mazmur 118 beberapa kali dalam kaitannya dengan DiriNya sendiri (lih. Mat 21:41-46; Mar 12:10-11; Luk 20:17). Paulus menggunakan konsep "batu utama" dalam Efesus 2:20-22 untuk menunjuk pada Kristus. Petrus juga menggunakan konsep ini untuk Yesus dalam I Pet 2:1-10. Yesus adalah batu penjuru dan orang percaya adalah bau hidup (yaitu, orang percaya sebagai Bait Allah, lih. I Kor 6:19), dibangun di atas Dia. Yesus adalah Bait Allah yang baru, lih. Mar 14:58; Mat 12:6; Yoh 2:19-20). Orang Yahudi menolak dasar yang paling mendasar dari pengharapan mereka ketika mereka menolak Yesus sebagai Mesias Yesus menggunakan konsep sebuah Bait Allah untuk mewakili tubuh jasmaniNya. Hal ini melanjutkan dan mengembangkan konsep tentang pribadi. Iman dalam Yesus sebagai Mesias adalah kunci hubungan dengan Tuhan. Keselamatan dimaksudkan untuk memulihkan gambar Allah dalam manusia sehingga persekutuan dengan Allah memungkinkan. Sasaran keKristenan adalah keserupaan dengan Kristus sekarang. Orang percaya menjadi batu hidup dibangun atas/berpolakan Kristus (Bait Allah baru).Yesus adalah fondasi dari iman kita dan batu utama dari iman kita (yaitu, Alfa dan Omega). Namun juga batu sandungan dan batu sentuhan. Kehilangan Dia berarti kehilangan segalanya. Tidak bisa ada jalan tengah di sini!

BATU SANDUNGAN

Akar kata Ibraninya adalah kasyal, artinya terhuyung-huyung. Bentuk kata dasar batu sandungan ini adalah maksyela atau mikhsyol artinya sesuatu yang menyebabkan seseorang tersandung dan jatuh. Sedangkan dalam bahasa Yunani disebut skandalon (penghalang) atau juga proskomma (tou lithou).

Makna penting dari istilah "batu sandungan" ini adalah kondisi kehidupan seseorang yang tidak didasarkan pada BATU PENJURU (yaitu KRISTUS), sehingga hidupnya memberikan dampak yang negatif bagi orang lain. Dalam Matius 16:23, Petrus menjadi batu sandungan bagi Kristus. Dalam arti yang sederhana, ketika seorang beriman kepada Kristus tidak memberikan teladan yang baik maka orang ini menjadi batu sandungan bagi orang lain.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *