http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-land.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-trivia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/youth-ministry.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/eksegetis-study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/free-ebook-old-testament.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/christian-life.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/kristenpedia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/misiologi-great-commission.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/pendidikan-agama-kristen.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/pelayanan-anak.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/sermon.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/toko-buku.html

MAKNA KATA "KESELAMATAN" DALAM ALKITAB


Studi Kata Keselamatan dalam Perjanjian Lama
Secara etimologi kata "Keselamatan" cukup beragam kata Ibrani yang dipakai, namun kata yang penting dalam doktrin keselamatan adalah Yesuah dengan kata dasar yasha, dan kata "syalom." Berikut adalah penjelasan kedua kata ini.


Yasha. ‘Kata yasha’ pada mulanya memiliki arti luas, lebar (lawan kata ‘sempit). Dipakai dalam Perjanjian Lama, yasha seringkali digunakan dalam pengertian membebaskan atau mencari jalan untuk menolong seseorang dari beban hidup, penderitaan atau bahaya. Pertolongan tersebut menghasilkan semacam kemenangan, kemenangan, kemakmuran, kebahagian dan keselamatan (Ul. 20:4; Yes. 26:1; 2 Sam. 8:6; Yes. 60:18).


Syalom. Kata Ibrani lainnya yang penting adalah syalom, dipakai 237 kali dalam Perjanjian Lama yang artinya damai sejahterah, keselamatan, dan pertolongan. Dan dapat dijelaskan juga sebagai keadaan yang berlimpah, mantap, stabil dan rasa puas, bahagia, lengkap dan utuh. Kata ini diterjemahkan dalam bahasa Yunani dengan kata eirene. Kata selamat dalam Perjanjian Lama dipakai secara luas dan umum, dan dihubungkan dengan keselamatan dari bencana, mara bahaya, serangan musuh atau dari penyakit dan kematian, tetapi kadang juga menunjukkan pembebasan bagi Tuhan untuk melaksanakan rencana-Nya yang khusus (Yes.43:11-12, 49:6).


Allah sebagai Juruselamat. Dalam Perjanjian Lama, Allah disebut sebagai "Juru Selamat" (Mzm. 24:5; 27:1; 35:3; 62:2, 6; 79:9; Yes. 12:2; 17: 10; 43, 11; 45:15, 21; 60:16; 62:11; 63:8). Allah adalah satu-satunya sumber keselamatan (Mzm. 3:9; Yun. 2:9). Kitab para nabi dipenuhi dengan nubuat mengenai keselamatan yang akan datang (Yes. 2:4-5 bnd. Mikha 4:3; 9:1-6; 11; 45:15, 21; 32:15-20; 60:4-22; 4:3; 9:1-6; 11; 45:15, 21; 32:15-20; 60:4-22; Yer. 33:6-11; Yeh. 34:25-31; 37:26-27; Mikha 5:1-3; Yl. 2:28-32; Hag. 2:6-10). Nubuat-nubuat keselamatan ini mengantisipasi keselamatan yang akan datang melalui Kristus.


Studi Keselamatan dalam Perjanjian Baru
Istilah "keselamatan" Perjanjian Baru dalam Perjanjian Baru menggunakan kata soteria dan kata eirene, dalam pengertian yang kurang lebih sama dengan kata Ibrani.
Soteria. Kata ini memiliki arti selamat, aman, tanpa ada cela sama sekali, sehat, benar. Kata ini biasanya merupakan terjemahan dari kata ibrani yasha, sekalipun beberapa kali merupakan terjemahan dari kata Ibrani Shalom. Kata ‘ selamat’ kadang dihubungkan dengan pertolongan dari bahaya, penyakit ataupun kematian (Kis. 27:20, 31-34; Ibr 5:7). Namun pemakainnya lebih dari ini, sebab kata ‘Keselamatan’ dalam bagian-bagian Perjanjian Baru menunjukkan penyelamatan dari kematian kekal dan pemberian hidup kekal kepada seseorang, misalnya: Yoh. 3:16; Rom. 5:9 dan ibr. 7:25).

Eirene. Dalam beberapa bagian Perjanjian Baru kata ini digunakan untuk arti yang sama dengan syalom. Artinya adalah keadaan yang berlimpah, mantap, stabil dan rasa puas, bahagia, lengkap dan utuh. 

Salib Kristus dan Keselamatan. Sama seperti Perjanjian Lama, Perjanjian Baru menunjukkan bahwa inisiatif penyelamatan sepenuhnya adalah dari Allah (Yoh. 3:16). Keselamatan dalam Perjanjian Baru dihubungkan dengan karya Tuhan Yesus diatas salib (Ibr. 5:9) dan Tuhan Yesus adalah satu-satunya juruslamat (Kis. 2:36; 4:12; Mat. 1:21).

Kesimpulan
Makna keselamatan dalam Alkitab mencakup keselamatan fisik, tetapi terutama masalah kesehatan rohani dengan memiliki rasa damai. tenang, sukacita, dan lain-lain. Keselamatan itu juga mengarah kepada kehidupan yang kekal, yaitu terlepas dari maut. Keselamatan itu dijelaskan Alkitab hanya oleh Tuhan sang Juruselamat.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *