http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-land.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-trivia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/youth-ministry.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/eksegetis-study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/free-ebook-old-testament.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/christian-life.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/kristenpedia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/misiologi-great-commission.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/pendidikan-agama-kristen.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/pelayanan-anak.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/sermon.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/toko-buku.html

NAZARETH


Dalam injil Matius 2: 23 mencatat sebuah kota Nazaret, tempat Yesus menghabiskan masa kecil-Nya. Kota Nazaret tidak pernah disebutkan oleh Rasul Paulus, atau oleh Talmud (yang mendaftar 63 kota Galilea lainnya), atau oleh Josephus (yang mendaftar 45 desa dan kota Galilea lainnya, termasuk Japha, yang berlokasi tepat 1 mil jauhnya dari Nazaret saat ini). Tidak ada sejarawan atau ahli geografi kuno yang menyebutkan Nazaret sebelum permulaan abad keempat. Nama itu pertama kali muncul dalam literatur Yahudi dalam puisi yang ditulis sekitar abad ke 7 M. Untuk sebutan nama panggilan "Yesus, Orang Nazareth" dalam beberapa injil ada beberapa perbedaan baik menurut Matius, Markus maupun Lukas, seperti yang telah diuraikan melalui penjelasan diatas.

Semasa hidup Yesus, tidak banyak mujizat yang dilakukan Yesus di kota Nazareth. Hal ini dikarenakan orang- orang Nazareth yang hanya memandang bahwa Yesus adalah manusia yang terbatas (biasa saja) dan mereka pun tidak percaya akan setiap mujizat yang dilakukan oleh Yesus. Pandangan- pandangan seperti itu yang menyebabkan tidak ada pertumbuhan dan perkembangan terutama secara rohani bagi orang- orang Nazareth.



KEHIDUPAN YESUS DI NAZARETH


Kehidupan Yesus di Nazareth

Kembalinya ke Nazareth, di sini berakhir kisah-kisah yang bertujuan memperkenalkan kepada Injil. Kisah-kisah ini mewartakan pengutusan Kristus : Penebus, dihukum secara salah oleh bangsa-Nya sendiri, dan karena dikejar-kejar oleh mereka yang berkuasa, Ia akan berpaling kepada bangsa-bangsa kafir. Karena Galilea dianggap sebagai setengah asing dan kafir oleh orang-orang Yahudi di Yudea (Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain - Mat 4:15). Yesus akan tinggal tiga puluh tahun di kampung kecil di mana Ia dibesarkan dan bekerja sebagai "tukang kayu" (Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon - Mrk 6:3) sementara dunia menunggu penyelamatan. Ia akan disebut "Orang Nazareth". Matius bermain dengan kata ini yang mengingatkan kita tentang nezer atau tunas (Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. – Yes 11:1) dan orang nazir atau orang-orang yang mengkhususkan dirinya bagi Tuhan (Bila 6:2). Pada Waktu itu ada kelompok-kelompok agama yang berkhotbah dan membaptis, sama seperti Yohanes Pembaptis, dan mereka disebut orang-orang nazir. Yesus adalah sekaligus nezer (tunas) dan orang nazir (orang yang mengkhususkan dirinya bagi Tuhan). Banyak orang bertanya-tanya apa yang diperbuat Yesus antara umur dua belas tahun, ketika Ia ditemukan di Bait Allah (Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah – Luk 2:46), dan umur tiga puluh tahun, perkiraan umur Yesus pada waktu Ia mulai berkarya di depan umum. Ada pengajar-pengajar palsu yang menyalah-gunakan kekosongan dalam injil ini untuk berspekulasi, bahwa Yesus pergi ke India untuk belajar ilmu sihir dari para tukang sihir dari agama Hindu dan bagaimana mengerjakan mukjizat-mukjizat, atau bahkan bahwa Yesus mengunjungi jin-jin luar angkasa. Tidak perlu kemampuan luar biasa untuk mengkhayalkan hal-hal seperti itu.


Sebutan Yesus, Orang Nazareth
Menurut Markus, sebutan "orang Nazareth" (Nazeros) digunakan unutk Tuhan Yesus oleh roh- roh jahat (Markus 1:24), orang- orang banyak (Markus 10:47), hamba peremouan (Markus 14:6). Tetapi Matius, Lukas dan Yohanes biasanya memakai Nazoraios. Kedua istilah ini diterjemahkan "orang Nazareth" dalam Alkitab Terjemahan Baru. Nazoraios, dipakai unutk Yesus dalam Matius 2:23 dan sebagai sebutan popular untuk "sekte" Kristus dalam Kisah rasuo 24:5. Dalam Perjanjian Baru, gelar itu tidak dipernah digunakan kepada Tuhan tanpa nama "Yesus" dan untuk menandakan seseorang dengan tempat asalnya yang merupakan kebiasaan umum orang Yahudi.


Para Pengikut Yesus
Pengikut Yesus yang pertama sekali terdiri atas kelompok-kelompok Yahudi dalam wilayah Galelia maupun Yudea, yang oleh kalangan Sarjana-sarjana Bible (Biblical Sholan) disebut dengan Early Christians, yakni Orang kristen yang pertama sekali. Pada masa hidup Yesus sendiri maupun masa berikutnya belum dikenal sebutan orang Kristen (Christianis). Mereka itu cuma disebut oleh kalangan lainnya, terutama oleh pihak-pihak yang menantang Yesus, dengan sebutan Nazarenes. Yakni para pengikut Nazareth. Hal itu disebabkan Yesus sekalipun dilahirkan di Bethlehem, akan tetapi keluarganya menetap di kota-kecil Nazareth dalam wilayah Galelia. Oleh sebab itulah para pengikut Yesus pertama itu disebut pihak lawannya dengan pengikut orang Nazareth atau Nazarenes. Dari sebutan Nazarenes itulah lahir sebutan Nashara dalam bahasa Arab dan sebutan Nasrani dalam bahasa Indonesia.


Keberadaan Yesus di Nazareth dalam PL dan PB
Yesus dikandung di kota Nazaret Perjanjian Baru, tetapi Ia dilahirkan di kota Betlehem Perjanjian Lama. Yesus dibesarkan di kota Nazareth Perjanjian Baru dan dan memilih murid- muridNya (kecuali Yudas) didaerah perjanjian Lama. Tetapi Yesus disalibkan dn bangkit di kota Yeruslem Perjanjian Lama. Saat Yesus berkotbah, Ia berada di Yerusalem Perjanjian Lama, tetapi kebanyakan pelayanan yang diadakanNya berlangsung di Galilea perjanjian Baru.




Pelayanan dan Mujizat yang Dilakukan Yesus
"Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun disana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka." (Markus 6:5-6). Kemanapun Yesus pergi dalam perjalanan pelayanannya selalu terjadi mujizat-mujizat yang luar biasa. Bahkan di Kapernaum mereka berkata "yang begini belum pernah kita lihat" karena takjubnya akan mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.  Banyak orang-orang sakit berbondong-bondong untuk mengalami kuasa Tuhan dan mereka semua disembuhkan.  Tetapi ayat diatas dikatakan dengan jelas dan apa adanya bahwa didaerah Nazareth tempat Yesus dibesarkan dan saudara-saudara kandung Yesus bertempat tinggal tidak terjadi satu mujizatpun.  Hal ini terlihat aneh dan bertentangan dengan daerah-daerah lain dimana mereka dengan dahsyat dan melimpah mengalami berbagai mujizat. Penyebab orang-orang Nazaret tidak mengalami kuasa Kristus adalah karena mereka tidak percaya bahwa Yesus sanggup melakukan mujizat bagi dirinya. Tidak hanya itu, orang- orang Nazareth melihat Yesus sebagai manusia yang terbatas, menerima keadaan sebagai takdir hidup. Dan di Nazaret pelayanan mujizat Yesus tidak terjadi oleh karena mereka tidak percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan mereka. Cara pandang yang keliru dan penerimaan keadaan sebagai takdir atau nasib mempengaruhi mereka untuk menjadi tidak percaya pada kuasa Yesus.


0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *