http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-land.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-trivia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/youth-ministry.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/eksegetis-study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/free-ebook-old-testament.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/christian-life.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/kristenpedia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/misiologi-great-commission.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/pendidikan-agama-kristen.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/pelayanan-anak.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/sermon.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/toko-buku.html

PAHAM-PAHAM TENTANG KEBERADAAN ALLAH

Banyak keyakinan yang muncul tentang keberadaan Allah. Alkitab menjelaskan hal ini terjadi karena usaha manusia dalam keberdosaannya mencari Allah. Dan karena tidak mungkin manusia menemukan Allah tanpa Allah sendiri yang menyatakan diriNya kepada manusia, maka terbentuklah beberapa pandangan yang salah tentang keberadaaan Allah, antara lain:
 
  1. Ateisme.
    Pandangan ini berpendapat bahwa Allah itu tidak ada. Alam semesta ini ada dengan sendirinya tanpa penyebab utama. Kematian adalah akhir kehidupan, sehingga manusia tidak perlu berpikir kehidupan sesudah kematian. Secara umum, istilah ateime menunjukkan kepada suatu kegagalan yang benar. Istilah ateisme dapat dikelompokkan kepada tiga pandangan yang nyata. Yaitu ateis praktis, ateis dogmatis, dan ateisme murni. Ketiga pandangan ateisme ini sesungguhnya mengingkari kebenaran Alkitab, maupun sejarah yang nyata-nyata menunjukkan bahwa, secara universal perlu mengakui adanya Tuhan. 
  2. Agnostisme.
    Pandangan yang berpendapat bahwa, baik adanya Allah maupun sifat asli Allah maupun sifat asli alam tidak diketahui dan tidak dapat diketahui. Istilah agnostis kadang-kadang dipakai juga untuk menamakan setiap ajaran yang menegaskan bahwa, pengetahuan yang benar tidak mungkin diperoleh. Dan semua pengetahuan yang ada bersifat relatif, sehingga dengan demikian tidak ada yang pasti. 
  3. Panteisme.
    Pandangan ini berteori bahwa, segala hal yang terbatas merupakan sekedar aspek, modifikasi, atau bagian dari satu pribadi yang kekal dan yang ada dengan sendirinya. Panteisme menyamakan Allah dengan alam semesta. Allah itu segalanya, dan segalanya itu Allah. Para penganut panteisme umumnya memandang kepercayaan mereka sebagai agama, sehingga mereka tunduk dan menghormati ajaranya. Dewasa ini panteisme memiliki banyak bentuk. Beberapa di antaranya memiliki unsur ateisme, politeisme, dan teisme. 
  4. Politeime.
    Kepercayaan akan adanya lebih dari satu kekuatan adikodrati, perantara rohani, atau dewa. Pandangan ini mencakup semua bentuk kepercayaan kepada lebih dari satu dewa, berapapun jenis dan jumlahnya, dan hanya menentang ateisme. Matahari, bulan, dan bintang-bintang sebagai wakil alam diangkasa. Api, air, dan udara sebagai wakil bumi, menjadi obyek-obyek pemujaan yang tersebar luas. Pada mulanya benda-benda ini sekedar dipersonifikasikan, kemudian manusia menjadi percaya bahwa mahkluk-makhluk yang berkepribadian tinggal di dalam benda-benda tersebut. 
  5. Dualisme.
    Penafsiran atas realitas yang menjelaskan segala sesuatu dengan dua prinsip dasar yang tidak tergantung satu sama lain. Dalam epistemologi (teori mengenai pengetahuan) dua prinsip ini adalah gagasan dan obyek. Dalam metafisika disebut pikiran dan zat, dalam etika disebut baik dan jahat, dalam agama disebut sebaga Tuhan (yang baik) dan Iblis (yang jahat). Kelompok dualisme berusaha menyelesaikan masalah kejahatan dengan menciptakan dua dewa, yaitu Allah yang maha tinggi dan demiurg (kejahatan). 
  6. Deisme.
    Bila pandangan panteisme memegang imenensi Allah sampai meniadakan transendensi-Nya, maka deisme memegang transendensi Allah sampai meniadakan imenensi-Nya. Bagi deisme, Allah hanya hadir dengan kuasa-Nya ketika menciptakan alam semesta. Allah telah membekali ciptaan-Nya dengan hukum-hukum yang tidak mungkin berubah, dimana Allah melakukan pengawasan ala kadarnya dan membiarkan ciptaan-Nya berusaha untuk menentukan nasibnya sendiri. Deisme tidak percaya akan adanya pernyataan khusus, mujizat, dan pemeliharaan ilahi
  7. Monoteisme.
    Kepercayaan akan adanya satu Allah yang berkepribadian yang transenden dan imanen serta keberadaannya terwujud dalam satu pribadi saja. Pandangan ini dianut oleh agama Yahudi, Islam dan kaum Unitarian. Mereka menolak paham ateisme, politeisme, panteisme dan deisme.
Paham Teisme seperti apa yang diajarkan Alkitabiah?
Trinitas adalah teisme yang benar dan Alkitabiah. Trinitas adalah kepercayaan akan adanya satu Allah yang berkepribadian yang transenden maupun imanen. Allah ini dikenal sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Pandangan ini merupakan pandangan teisme Kristen dan bertolak belakang dengan semua pandangan yang telah disebut diatas. Pandangan ini merupakan monoteisme yang bersifat trinitarian dan bukan unitarian.


0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *