http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-land.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-trivia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/youth-ministry.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/eksegetis-study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/free-ebook-old-testament.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/christian-life.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/kristenpedia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/misiologi-great-commission.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/pendidikan-agama-kristen.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/pelayanan-anak.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/sermon.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/toko-buku.html

Yerusalem Dalam Peristiwa Masa Lampau


Sejarah Yerusalem sudah dimulai sekitar tahun 3000 SM. Sejak awal kota ini mulai didiami dan dibangun oleh manusia sudah mendatangkan daya tarik tersendiri bagi banyak bangsa-bangsa. Sehingga Yerusalem sudah menjadi pertarungan kekuatan politik maupun kekuatan-kekuatan militer dari zaman purbakala. Jauh sebelum orang Israel mendiami bahkan menjadi tempat suci bagi mereka, Yerusalem telah menjadi kota kediaman bagi bangsa-bangsa Kanaan. Mereka sudah menjadikannya sebagai pusat pemerintahan. Sumber utama untuk mengetahui itu adalah di dalam Naskah-Naskah Kutuk dari Mesir sekitar 2000 SM. Dan dalam Surat-Surat Amarna, ditemukan laporan mengenai kota Yerusalem yang diperintah oleh seorang raja bernama Abd Khiba, dibawah kekuasaan tertinggi Mesir. Yerusalem disebut pertama kali dalam Alkitab yaitu pada Kejadian 14:18, yaitu kota Salem, dimana Melkisedek menjadi raja di sana. Dalam Mazmur 76:2 Salem adalah Yerusalem. Pada masa penaklukan Yosua di tanah Kanaan (1445 SM), Yosua mengalahkan Adoni-Zedek, raja Yerusalem (Yosua 10:23-26). Tetapi kota ini tetap menjadi wilayah kekuasaan orang Yebus selama ratusan tahun kemudian.
Penguasaan Israel sampai masa Perjanjian Baru
Pada tahun 1000 SM, kota mereka ditaklukkan oleh Raja Daud, dan memindahkan pusat pemerintahannya dari Hebron ke Yerusalem. Kemudian kota ini disebut sebagai Kota Daud. Di Bukit Muria yang dibelinya dari kaum Yebus, Daud mendirikan sebuah mezbah bagi Allah, lalu memindahkan Tabut Perjanjian ke sana. Salomo, anak Daud, juga memilih Bukit Moria sebagai tempat Bait Suci I yang didirikannya pada tahun 950 SM. Sesudah mangkatnya Salomo, kerajaan kesatuan yang berhasil didirikan oleh Daud, pecah menjadi Kerajaan Israel (di sebelah utara) dan Kerajaan Yehuda (di sebelah selatan). Pada tahun 722 SM, Kerajaan Israel yang di utara itu segera ditaklukkan oleh Asyur dan dijadikan salah satu propinsinya. Kerajaan Yehuda bertahan sampai tahun 587, ketika Nebukadnezar, raja Babel, merebut Yerusalem, merampas kota itu, menghancurkan Bait Suci serta membawa ribuan orang Yahudi ke pembuangan. Pembuangan itu berlangsung selama 50 tahun saja. Koresy, raja Persia, yang mengalahkan Babel pada tahun 538 SM mengizinkan orang-orang Yahudi kembali ke negerinya untuk membangun kembali Bait Suci serta tembok-tembok Yerusalem. Para buangan itu dipimpin oleh Zerubabel, Nehemia dan Ezra. Mereka berhasil membangun kembali Baitu Suci pada tahun 515, sedangkan tembok kota Yerusalem - pada tahun 446 SM. Para penguasa Persia yang menjajah mereka pada waktu itu ternyata cukup toleran. Tetapi situasi ini berubah setelah bangsa Yahudi mulai dijajah oleh bangsa Yunani akibat kemenangan-kemenangan cemerlang Aleksander Agung dan tentaranya (tahun 333 SM). Sayangnya, beberapa penguasa Yunani itu memaksakan budayanya dan berusaha sekuat tenaga supaya agama Yahudi hilang dari permukaan bumi.

Pemberontakan melawan mereka timbul setelah Raja Antiokhus Epifanes IV menyatakan diriinya dewa dan menyuruh orang-orang Yahudi menyembahnya. Pemberontakan yang dikenal sebagai Revolusi Para Makabe itu menghasilkan semacam independensi bangsa Yahudi. Para penguasa Yunani diusir dari Yerusalem pada tahun 164 SM, sedangkan kuasa mereka beralih ke tangan tokoh-tokoh Yahudi dari dinasti Hasmonides. Tetapi kemerdekaan bangsa Yahudi berakhir setelah Jenderal Pompeius mengepung dan menaklukkan Yerusalem pada tahun 63 SM. Raja Herodes Agung I yang pandai menjilat penguasa baru dari Roma itu, diangkat menjadi raja Yahudi pada tahun 37SM. Pada akhir pemerintahannya lahirlah Yesus.


Zaman sesudah PB kehancuran Bait Suci (70 M)
Pada zaman Tuhan Yesus daerah Yudea beserta Yerusalem menjadi daerah penjajahan Kekaisaran Romawi selama beberapa ratus tahun, dimulai dari penaklukan Yerusalem pada tahun 170 SM oleh Antiokhus IV (Epifanes). Sejak saat itu Yetrusalem berganti penguasa, yang walaupun untuk waktu yang panjang orang Israel memiliki kebebasan dalam mengatur wilayahnya maupun dalam menjalankan agama mereka. Namun sepanjang penguasaan Romawi di Yudea, golongan-golongan yang radikal dalam masyarakat Yahudi tidak pernah berhenti memberontak, untuk memperoleh kemerdekaannya. Sampai puncaknya pada tahun 70, dibawah pimpinan Jenderal Titus, tentara Roma membakar Yerusalem dan menghancurkan Bait Suci.

Pemberontakan terakhir orang Yahudi dipimpin oleh Bar Kokbah antara 132-135. Yerusalem sekali lagi menjadi ibukota dari Yudea sampai pada akhirnya ditaklukkan Romawi pada tahun 135 M. Kaisar Hadrianus meromawisasi kota dan mengganti namanya menjadi Aelia Capitolina dan melarang orang Yahudi memasukinya. Hadrianus mengganti nama Yudea menjadi Palestina, orang Yahudi dilarang memasuki Yerusalem hingga abad ke-4 M. Lima abad Bar Kokhba, kota masih berada dibawah kekuasaan Romawi. Selama abad ke-4, Kaisar Konsantin I yang menjadi orang Kristen membangun tempat-tempat Kristen di Yerusalem.

Pada tahun 614, Palestina, yang sejak abad 4 berada di bawah kuasa Bizantium, diserang oleh tentara Persia di bawah pimpinan Khosroes II. Tentara itu menghancurkan hampir semua tempat suci Kristen dan membunuh banyak orang Kristen. Keadaan Yerusalem pulih kembali setelah Bizantium, pada tahun 629, merebut kembali Tanah Suci dari tangan Persia. Namun begitu mulai dibangun kembali, Tanah Suci diserang lagi, kali ini oleh Kalifah Omar yang berhasil memasuki Yerusalem pada tahun 637. Pada waktu pemerintahan Abdul Al Malik (685-705), di Yerusalem didirikan Masjid Qubbet As-Sakhra (Kubah Cadas) dan Masjid Al-Aksa. Pada tahun 1070, Yerusalem dikuasai oleh dinasti Seljuk dari Turki. Pemberontakan para penduduk Yerusalem terhadap penguasa Turki berakhir dengan pembantaian. Pada tahun 1099 datanglah tentara Perang Salib dari Eropa untuk membebaskan tempat-tempat suci Kristen dari tangan Islam. Mereka merebut Yerusalem, membunuh para penduduk beragama non-Kristen, mengubah semua Masjid menjadi gereja, dan langsung mulai membangun kembali Basilika Makam Suci. Sejak itu Yerusalem menjadi kota bebagai gereja dan biara hingga tahun 1187, ketika Saladin, panglima tentara Islam, merebut Yerusalem lagi. Ia langsung memerintahkan diadakannya renovasi Masjid Al-Aksa dan membersihkan kota Yerusalem dari unsur-unsur Kristen. Dalam tahun 1229-1244 Yerusalem menjadi ibukota Kerajaan Yerusalem. Sejak tahun 1250 Yerusalem dikuasai oleh dinasti Mameluk (Arab). Mulai dari tahun 1516, Yerusalem berada di bawah kuasa dinasti Ottoman yang beragama Islam.


Yerusalem Masa kini

Keadaan Yerusalem semakin memprihatinkan. Pada pertengahan abad XIX jumlah penduduknya mencapai 11 ribu orang saja. Tetapi pada abad itu juga pengaruh Kristen di Yerusalem semakin terasa. Sejak tahun 1881 cukup banyak perantau Yahudi mulai kembali ke Tanah Suci. Sehabis Perang Dunia II, Yerusalem menjadi ibukota Protektorat Palestina di bawah kuasa Inggris. Pada tahun 1947, PBB memerintahkan Yerusalem dijadikan zona Internasional, tetapi keputusan itu tidak pernah diwujudkan.
Pada Tahun 1948, negara Israel didirikan, dengan wilayah yang terbatas dan tanpa kota Yerusalem. Pada tahun 1948-1949, selama perang Israel-Arab, Yerusalem hancur, dan sesudahnya dijadikan dua bagian: Israel dan Yordania. Yordania mendapat Kota Lama dan hampir semua tempat suci, termasuk Qubbet As-Sakhra, Masjid Al Aksa serta Basilika Makam Suci. Di tengah kota Yerusalem didirikan tembok pemisah yang memisahkan para penduduk kota itu selama 19 tahun. Namun pada tanggal 5 Juni 1967, dalam Perang Enam Hari Israel merebut Kota Lama Yerusalem, menghancurkan tembok pemisah, lalu mulai membangun semua obyek yang sempat dihancurkan oleh Yordania di wilayah Kota Lama. Sejak itu orang-orang Yahudi boleh kembali ke Tembok Ratapan sesudah dua ribu tahun menanti-nanti saatnya untuk dapat meraba dan menciumnya dengan hormat. Selama dua ribu tahun itulah orang-orang Yahudi biasa berkata-kata : "Tahun depan di Yerusalem !" , dan harapan untuk kembali ke Sion akhirnya menjadi kenyataan. Dan Israel menetapkan kota ini sebagai Ibukota negaranya pada tahun 1949. Baca juga: Makna Yerusalem bagi Orang Kristen

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *