http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-land.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-trivia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/youth-ministry.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/eksegetis-study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/free-ebook-old-testament.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/christian-life.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/kristenpedia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/misiologi-great-commission.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/pendidikan-agama-kristen.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/pelayanan-anak.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/sermon.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/toko-buku.html

NERAKA DALAM PENJELASAN ALKITAB


Ada dua istilah utama untuk neraka dalam Perjanjian Baru, yaitu Gehenna dan Hades. Istilah neraka (gehenna) secara umum dalam Alkitab digunakan untuk menunjukan kepada suatu tempat penghukuman bagi orang fasik yang telah meninggal. Terkadang istilah ini deterjemahkan dengan kuburan atau tempat orang mati. Dalam pengertian lain terkadang neraka (hades) juga dipakai secara netral sebagai tempat  sementara bagi orang telah meninggal, tanpa adanya penjelasan mengenai kebahagiaan atau penghukuman di tempat itu. Selain itu asal-usul  kata itu adalah dari keadaan disebuah lembah dekat Yerusalem, tempat anak kepala dewa Molokh mempersembahkan korban (2 Tawarikh 28:3; 33:6). Oleh orang Yahudi lembah itu dijadikan tempat pembakaran sampah yang selalu menyala dengan api. Keadaan itulah yang dipakai untuk menggambarkan keadaan akhir hidup semua orang yang memisahkan diri dari Kristus. Dalam Perjanjian Baru  Neraka (gehenna) dilukiskan sebagai “api yang tidak terpadamkan” (Matius 3:12). Tempat  yang sungguh-sungguh ada (Yakobus 3:6), tempat orang-orang jahat bersama Iblis dan setan (Matius 25:41), tempat orang-orang yang terpisah dari hadirat Allah (Matius 7:3; Lukas 13:27 dan II Tesalonika 1:9), tempat orang-orang yang menjalani hukuman (Wahyu 20:11-15; 21:8), Tempat orang yang menderita dengan sangat (Matius 5:22; 13:42; 18:9; 25:46; Markus 9:47-48; Filipi 3:19; II Tesalonika 1:9; 2 Petrus 2:17; Yudas 13; Wahyu 19:20; 20:10). Bandingkan juga istilah “api yang menyala-nyala” (Matius 18:9; 5:22), “tempat penghukuman neraka” (Matius 23:33), “dapur api” (Matius 13:42 dan 50),”dunia kekelaman”(Yudas 13), “lautan yang menyala-nyala oleh api belerang” (Wahyu 21:8) dan sebuah tempat “api yang kekal yang telah tersedia untuk iblis dan malaikat-malaikatnya” (Matius 25:41). 

Penghukuman Kekal 
Perbuatan dosa pasti akan mendapat penghukuman (Daniel 12:2; Matius 10:15; Yohanes 5:28-29; Roma 5:12-21) yang bersifat kekal (Matius 18:8; 25:41 dan 46; II Tesalonika 1:9). Yesus menunjuk kepada neraka “di mana ulat-ulat bangkai tidak mati, dan api tidak padam” (Markus 9:45-48). Yesusmenekankan mutlaknya hal takut akan Tuhan yang mempunyai kuasa untuk mencampakan manuisa kedalam neraka (Lukas 12:5). Yesus berbicara lebih banyak tentang neraka dibandingkan dengan para penulis Perjanjian Baru lainnya. Dalam terang salib Kristus kita dapat yakin, bahwa Allah telah melakukan segala sesuatu untukmembawa manusia kepada keselamatan. Kita hanya dapat berbicara sebatas hal penghukuman kekal bagi orang fasik dan tidak dapat melangkah lebih jauh. Hal neraka adalah fakta yang serius, tetapi harus dibicarakan dengan suatu pendekatan yang sensitive


Topik ESKATOLOGI

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *