http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-land.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-trivia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/youth-ministry.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/eksegetis-study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/free-ebook-old-testament.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/christian-life.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/kristenpedia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/misiologi-great-commission.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/pendidikan-agama-kristen.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/pelayanan-anak.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/sermon.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/toko-buku.html

PERKAWINAN ANAK DOMBA


Ada sejumlah perkawinan yang disebutkan dalam Alkitab. Perkawinan pertama tentu saja oleh manusia pertama, Adam dan Hawa. Kemudian disebutkan juga perkawinan manusia generasi berikutnya. Namun Alkitab menyebutkan satu pernikahan yang tiada bandingannya sepanjang masa, yaitu Perkawinan Anak Domba.
Beberapa orang Kristen mungkin belum pernah mendengar hal ini. Beberapa orang lain mengacuhkan fakta Alkitab ini. Tetapi rupanya Alkitab menjelaskan bahwa Perkawinan Anak Domba ini merupakan rangkaian peristiwa penting dalam proses penggenapan janji penebusan Allah itu. Berapa Fakta tentang perkawinan ini dalam nats-nats berikut:

  • Data Alkitab: Perkawinan ini disebutkan Yesus dalam beberapa perumpamaan-Nya. Contohnya dalam Matius 22:2 dimana disebutkan bahwa Kerajaan Allah seperti seorang raja yang akan mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Selain itu perkawinan Anak Domba dijelaskan juga melalui penglihatan Yohanes (Wahyu 19:7)
  • Tuan Rumah dalam perkawinan ini adalah Sang Bapa. Lukas 14:16-23 menggambarkan Bapa sebagai Tuan yang mempersiapkan pesta.
  • Mempelai Laki-Laki adalah Tuhan Yesus Kristus. Dia adalah anak yang dikasihi Bapa (Matius 3:17; 17:5) Hal ini sesuai dengan yang dituliskan Yohanes (Yohanes 3:27-30) dan pernyataan Tuhan sendiri (Lukas 5:32-35)
  • Mempelai Perempuan adalah Gereja (2Korintus 11:2; Efesus 5:22-32)
  • Ada tamu-tamu yang diundang
  • Waktu Perkawinan adalah sesudah masa Pengadilan Kristus, dan sebelum masa Kerajaan Seribu Tahun.

Ketika kita mulai percaya kepada Tuhan, status kita sudah dipertunangkan dengan Kristus (2 Korintus 11:2). Pertunangan tentu saja harus mengarah kepada perkawinan. Tentu yang dimaksud dalam hal ini adalah perkawinan rohani antara gereja dengan Kristus pada akhir zaman nanti. Sudahkah Anda mempersiapkan diri untuk pesta nikah yang Agung ini?
Topik ESKATOLOGI

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *