http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-land.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/bible-trivia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/youth-ministry.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/eksegetis-study-biblika.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/free-ebook-old-testament.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/christian-life.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/kristenpedia.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/misiologi-great-commission.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/pendidikan-agama-kristen.html http://www.pustakakristen.com/2017/01/pelayanan-anak.html http://www.pustakakristen.com/2017/02/sermon.html http://www.pustakakristen.com/2016/04/toko-buku.html

UNTUK APA PENGHAKIMAN ORANG PERCAYA?


Oleh karena manusia dilahirkan dalam dosa dan tidak mampu untuk hidup sesuai dengan standart kehendak dan hukum Allah, maka manusia menerima penghukuman (Roma 1:18; Efesus 5:5-6; Kolose 3:5-6; II Petrus 2:3). Allah sendiri yang mendakwa dan menghakimi (Ayub 10:2;Yeremia 42:18;Yohanes 12:48). PenghakimanNya berdasarkan kepada keadilanNya dan penghakimanNya yang sudah sepantasnya diterima oleh manusia ( I Raja-raja 8:32; Roma 3:8; Galatia 1:8-9). Penghakiman terjadi terhadap orang-orang fasik, orang-orang jahat dan mereka yang tidak bersedia untuk bertobat (Matius 12:41-42; Lukas 11:31-32; Yohanes 5:29; Roma 5:16 dan 18; II Tesalonika 2:12; Wahyu 19:2) dan mengakibatkan penghakiman kekal (Matius 23:33). Akan tetapi semua orang percaya dalam Perjanjian Lama yang menaruh harapan pada Tuhan (Mazmur 34:22) dan orang percaya dalam Perjanjian Baru yang menaruh harapan kepada Kristus (Yohanes 3:18; 5:24) bukan untuk menghakimi (Yohanes 3:17) dan Dia membebaskan kita dari penghukuman Allah (Roma 8:1-2).

Penghakiman merupakan cara Allah untuk menunjukan anugerah belas kasihanNya dan murkaNya terhadap pribadi-pribadi maupun terhadap bangsa-bangsa (Kelurahan 6:6; 7:4; Pengkhotbah 3:17; 12:14; Daniel 7:222; Yoel 3:2; II Korintus 5:10). Hanyalah TUhanhakim yang benar dan adil (Kejadian 18:25; Mazmur 82:1; Pengkhotbah 11:9). Fungsi sebagai hakim ini dilaksanankan oleh Allah Bapa (Kejadian 31:45; Yohanes 8:50; Roma 3:6) dan putraNya (KisahPAra Rasul 10:42;17:31;Roma 2:16) secara bersama-sama.pembalasan dan penghakiman atas kejahatan ini adalah akibat langsung dari dosa (I Samuel 3:13;Yehezkiel 7:3, 8, 27; Roma 2:12; Yudas 14-15) dan oleh karena itu bersifat adil (Yeheskiel 33:20; II Timotius 4:8; I Petrus 2:23) dan pantas diterima orang berdosa (Mazmur 94:2; 143:2; Yehezkiel18:30). Penghakiman untuk memperoleh pahala berhubungan dengan pelayanan orang percaya dalam menggunakan talenta yang Tuhan telah berikan dan akan ditandai dengan belas kasihan Allah (Matius 25:14-23; I Korintus 3:12-15; I Petrus 1:17). Walaupun manusia sudah mengalami sebagaian penghukuman dalam kehidupan sekarang ini, akan tetapi setiap orang akan dihakimi sesudah kematian (Yesaya 66:16; Yeremian25:31; Yoel 3:12; Yohanes 12:48; Kisah Para Rasul 17:31; Roma 2:16; Wahyu 20:12-13 di takhta penghakiman Allah (Roma 14:10) atau Kristus (II Korintus 5:10). Di takhta penghakiman Kristus setiap perbuatan manusia dalam kehidupannnya harus dipertanggungjawabkan. Bagi orang fasik yang menolak Kristus akan ada penghukuman (Matius 25:31, 46; Yohanes 3:18; II Tesalonika 1:7-10; Wahyu 20:14-15), sedangkan bagi orang percaya akan ada suatu evaluasi terhadap pelayanannya selama di dunia (Roma 14:10; I Korintus 3:12-15).

Pahala bagi orang percaya
Kristus akan datang untuk menghakimi perbuatan orang-orang percaya serta membagikan pahala yang sesuai. Orang percaya tidak lagi akan dihakimi dosa-dosanya (Yohanes 5:24), karen dosa orang percaya  telah dihakimi dalam pribadi Kristus di salib (II Korintus 5:21). Namun ketika Kristus kembali orang percaya akan dihakimi mengenai penggunaan talenta-talenta (Matius 25:14-30), Kesempatan-kesempatan yang telah dipercayakan kepadanya (Matius 20:1-16). Termasuk keselamatan yang kita terima (Yakobus 2:22-26; Efesus 2:8-10; I Yohanes 2:28; I Tesalonika 2:19).
Pertama apakah yang menjadi dasar penilaian pemberian pahala atau upah ini? Perjanjian Baru menyebut beberapa halh yangdianggap sebagai menuju kepada pahala. Sebagai pemelihara rahasia Allah (I Korintus 4:1-5), seseorang harus mempertanggung jawabakan pekerjaannya sebagai pemelihara. Kepada mereka yang setia (I Korintus 4:2). Dalam memakai kesempatan talenta, serta uang mina yang dipercayakan kepada mereka (Matius 20:1-16; 25:14-30). Tentang bagaimana cara mereka memakai harta miliki mereka (Matius 6:20; Galatia 6:7). Orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit juga (II Korintus 9:6). Jiwa-jiwa yang dibawa kepada Tuhan(I Teslonika 2:19). Suka member (Galatia 6:10). Kesediaan member tumpangan (Matius 10:40-42). Merawat orang sakit dan teraniaya (Matius 5:35-40). Bahkan secangkir air akan diperhatikan pada hari itu(Matius 10:42). Belum lagi ketika kita dihina dan di cemooh (Matius 5:11-12; Lukas 6:22-23)
Pahala akan diterima ketika Tuhan Yesus datang kembali (Matius 16:27; Roma 2:5-10; II Timotius 4:8; Wahyu 11:18; 22:11). Bagaimana bentuk pahala itu? Pahala atau upah yang akan diterima berupa mahkota. Dikatakan bahwa pahala itu akan terdiri dari rangkaian bunga yang tidak layu (I Korintus  9:25; Wahyu 9:25). Jiwa-jiwa yang dimenangkan bagi Tuhan akan merupakan mahkota kemegaah kita (I Tesalonika 2:19). Di samping itu terdapat juga mahkota kebenaran (II timotius 4:8), mahkota kehidupan (Yakobus 1:12; Wahyu 2:10) serta mahkota kemuliaan (I Petrus 5:4). Mahkota adalah lambing kemuliaan yang abadi yang diterima dihadapan Tuhan kita (Lukas 19:11-7; II Timotius 2:11-12; Wahyu 3:21).
Topik ESKATOLOGI

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *